#Puisi Buatan Pengguna

neng icha neng icha | 3 Mar, 2025

Delapan Belas Musim Dingin


 

Salju turun lagi, yang kedelapan belas kalinya

sejak terakhir kali ia melihat wajahnya.

Ia tak pernah bicara, tak pernah memanjat,

melampaui tempat cinta yang beku.

 

Dunia terus berputar, hari terus berlalu,

namun ia tetap sama.

Hati yang masih hilang dimana ia pergi,

Masih membisikkan namanya.

 

Ia bertanya-tanya apakah ia pernah tahu,

Cinta yang tak berani ia tunjukkan.

Atau jika musim dingin hanya bertambah,

Dimana kesedihan dan sunyi pergi.

Tim Editorial

Nadhorul Anam Nadhorul Anam

Comments

You must be logged in to post a comment.

Baca Juga
Tentang Penulis
Trending Di Komunitas