Dia berdiri di tempat bunga-bunga bermekaran, namun tak ada yang dipetik.
Hati yang terbuka lebar, namun tak terlihat, tak tersentuh.
Waktu Menenun melalui musim-musim, diam dan cepat.
Delapan belan tahun cinta yang menyakitkan.
Dia memperhatikan kelopak-kelopak bunga yang bergoyang dengan anggun,
Bisikan-bisikan lembut terbawa ke tempat-tempat yang tak pernah didengarnya.
Cinta yang bertahan, membeku di tempat, harapan yanng terlalu kuat, mimpi yang terlalu dekat.
Suatu hari, pikirnya, dia akan melihat cahaya itu, bunga yang menunggu tak tergoyahkan, sejati.