#Health Buatan Pengguna

Rindi Dwi Cantika Rindi Dwi Cantika | 17 Mar, 2025

Begadang Demi Me Time? Waspada, Tubuhmu Bisa Kena Dampaknya!


 

Siapa yang sering begadang cuma buat scroll media sosial, binge-watching drama, atau sekadar menikmati waktu sendiri setelah seharian sibuk? Fenomena ini sering disebut “revenge bedtime procrastination”, yaitu kebiasaan menunda tidur demi me time.

 

Walaupun rasanya menyenangkan, efeknya bisa bikin tubuh protes!

 

Kenapa Banyak yang Memilih Begadang?

 

Era serba sibuk, waktu luang terasa semakin langka. Pagi sampai sore kerja atau kuliah, malamnya masih ada tugas atau pekerjaan rumah. Akhirnya, satu-satunya waktu buat santai yah cuma malam hari. Ini alasan kenapa banyak orang rela mengorbankan waktu tidur demi menikmati hal-hal yang bikin happy. Sayangnya, tubuh kita nggak dirancang untuk begadang terus-menerus. Kurang tidur bisa memicu berbagai masalah kesehatan yang sering diremehkan.

 

Dampak Begadang pada Kesehatan

 

  • Otak Jadi Lemot dan Susah Fokus - Kurang tidur bisa bikin daya ingat menurun dan susah konsentrasi. Makanya, kalau habis begadang, kerja atau belajar rasanya jadi lebih berat.
  • Mood Berantakan dan Mudah Stres - Pernah merasa lebih gampang marah atau sedih setelah begadang? Itu karena kurang tidur mengganggu keseimbangan hormon, yang bikin emosi jadi nggak stabil.
  • Metabolisme Kacau, Berat Badan Naik - Tidur kurang dari 6 jam per malam bisa meningkatkan risiko obesitas. Soalnya, begadang bikin hormon lapar (ghrelin) naik dan hormon kenyang (leptin) turun, sehingga kita lebih mudah ngemil berlebihan.
  • Kulit Kusam dan Penuaan Dini - Selama tidur, tubuh memperbaiki sel-sel yang rusak, termasuk kulit. Kalau sering begadang, produksi kolagen berkurang, kulit jadi kusam, muncul lingkar hitam di mata, bahkan bisa mempercepat munculnya kerutan. 
  • Meningkatkan Risiko Penyakit Serius - Begadang dalam jangka panjang bisa meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes, hingga tekanan darah tinggi.

Tetap Punya Me Time Tanpa Harus Begadang

 

Nggak mau kehilangan me time tapi juga tetap sehat? Coba cara ini:

 

  • Buat Jadwal Rutin – Tentukan kapan harus istirahat dan kapan bisa santai, supaya tetap ada waktu buat diri sendiri tanpa mengorbankan tidur.
  • Kurangi Screentime Sebelum Tidur – Cahaya biru dari HP atau laptop bisa menghambat produksi melatonin (hormon tidur). Coba baca buku atau meditasi sebelum tidur.
  • Manfaatkan Waktu di Siang Hari – Curi waktu untuk istirahat sejenak di sela aktivitas, misalnya dengan power nap 10-20 menit.
  • Tentukan Prioritas Me Time – Nggak semua aktivitas harus dilakukan di malam hari. Pilih yang benar-benar bikin rileks dan berkualitas.

Me time memang penting, tapi kalau harus mengorbankan waktu tidur terus-menerus, dampaknya bisa berbahaya bagi tubuh. Yuk, mulai bijak mengatur waktu agar tetap bisa menikmati hidup tanpa harus begadang!

 

Referensi:

 

Walker, M. (2017). Why We Sleep: Unlocking the Power of Sleep and Dreams.

 

Harvard Medical School. (2023). “The Effects of Sleep Deprivation on the Brain and Body.”

Tim Editorial

Nadhorul Anam Nadhorul Anam

Comments

You must be logged in to post a comment.

Baca Juga
Tentang Penulis

"Writing is an eternal way to speak to the world."

Trending Di Komunitas