#Lifestyle Buatan Pengguna

GeryAldoTaufik GeryAldoTaufik | 12 Mar, 2025

Beban atau Bahagia???


Perkembangan dunia dan kehidupan mengalami percepatan yang sangat signifikan dan tentunya kita dituntut untuk terus berkembang dan berinovasi, akan tetapi dalam prosesnya kita seringkali mengalami tekanan dan masalah yang membuat emosi dan pikiran kita tak mengalami keseimbangan dan tentunya pikiran kita dan batin kita tertekan serasa memiliki beban yang sangat besar. Sebuah perjalanan yang tidak gampang dialami oleh diri kita dalam proses berkembang dan terus berinovasi membuat tujuan yang diinginkan ditempuh menjadi sebuah beban bukan lagi kebahagiaan.

 

Mari kita jelajahi 2 cara hidup ala stoik yang membuat kita mengalami keindahan dan bahagia.

 

  1. Tirai opini orang lain

Seringkali kita hidup menurut pendapat orang lain, apa kata orang? dan pola pikir Sepertibni sudah ada zaman kekaisaran Romawi kuno.

“Marcus Aurelius pernah berujar : Saya selalu kagum, kita selalu mencintai diri sendiri daripada orang lain. Justru lebih peduli pendapat orang lain dari pada pendapat diri kita sendiri. Jika dewa meminta seseorang untuk selalu mengucapkan apapun yang terlintas dipikirannya, niscaya orang itu tidak akan mampu bertahan sehari saja. Begitulah besar kepedulian kita terhadap pendapat orang lain dibandikan dengan pendapat diri kita sendiri.

“ kamu memiliki kendali atas pikiranmu, bukan kejadian’kejadian diluar sana. Sadari ini dan kamu akan menemukan kekuatan.

  1. Kekuatan Pertimbangan (judgment)

Kamu memiliki kekuatan untuk mengubahnya ! Kapanpun juga !!!. Marcus Aurelius melanjutkan perkataan epictetos : “Bahwa kita harus menyadari semua rasa susah, kwatir, cemas, iri hati dan lain’lain datangnya dari pikiran kita sendiri. Kabar baiknya kita seharusnya mampu mengubah pikiran/persepsi kita tanpa mengubah situasi eksternalnya.

“ Sudah saatnya kamu menyadari bahwa kamu memiliki sesuatu di dalam dirimu yang lebih kuat dan ajaib daripada hal’hal yang mempengaruhimu layaknya sebuah boneka”

 

Poin di atas diambil dari bukunya Henry Manampiring “Filosofi Teras” Dimana kita diajarkan bahwa, diri kita memegang kendali atas apa yang ada terjadi dalam kehidupan kita, kita memiliki kekuatan yang besar yang harus kita sedari sekarang, bahwa yang perlu kita lakukan adalah tirai pendapat orang lain dan kamu sadar memiliki kekuatan untuk mempertimbanhkannya.

Persiapkan dirimu dan mari kita berpetualang kehidupan ala stoik….

Selamat Bahagia ……




Referensi : Henry Manampiring, 2019. Filosofi Teras. Jakarta: PT Kompas Media Nusantara.

Tim Editorial

Nadhorul Anam Nadhorul Anam

Comments

You must be logged in to post a comment.

Baca Juga
Tentang Penulis
Trending Di Komunitas