
Pada tahun 2024, total 856 orang CEO di seluruh dunia terdata mengundurkan diri di tahun kemarin. Data ini dikumpulkan oleh lembaga karier asal Amerika Challenger, Gray & Christmas, Inc.
Tercatat pada Quartal 1 terdapat 248 CEO yang resign, lalu pada quartal 2 terdapat 238, pada quartal 3 terdapat 202, dan terakhir pada quartal 4 terdapat 172 CEO yang tercatat resign di tahun 2024. Hal ini memberikan dampak pada ketidakstabilan perusahaan dan pasar saham, karena perubahan kepemimpinan sering kali menimbulkan ketidakpastian bagi investor dan pemegang saham.
Menurut David Kass, seorang professor Keuangan di University of Maryland, As. Pada dasarnya penyebab mereka resign bukan soal gaji, melainkan karena tuntutan tinggi para investor. Mencerminkan bahwa, meningkatnya tekanan dalam dunia korporasi, baik dari pemegang saham maupun kompleksitas ekonomi global, yang membuat banyak pemimpin perusahaan memilih mundur lebih cepat.
"Uang, gaji, dan bonus bukanlah faktor yang menyebabkan banyak CEO resign, melainkan tuntutan dari para investor yang ingin lebih dan lebih"
ungkap David Kass dikutip dari artikel Yahoo Finance pada Desember 2024
Dengan ekspektasi Investor ke CEO sangat tinggi, Investor berekspektasi CEO mampu membuat perusahaan berkembang setiap tahunnya. Michael Farr, penasihat keuangan perusahaan Amerika mengungkap bahwa para investor menargetkan minimal perusahaan harus bertumbuh 20% per tahun menyamai kenaikan rata-rata indeks S&P 500 (IHSG Amerika).
"Jika data angka perusahaan menunjukkan penurunan, saat perusahaan lain mengalami kenaikan, maka akan ada koreksi pada kinerja CEO"
kata Michael Farr dikutip dari Yahoo Finance, Desember 2023
Perusahaan (investor) semakin banyak menuntut calon CEO untuk menjalankan rencana mereka yang sering berubah, tanpa ada kejelasan tata kerja yang bisa di praktikkan, membuat risiko dan beban kerja calon CEO semakin berat.
"Menjadi seorang CEO makin sulit saja, karena anda akan memasuki wilayah yang belum di petakan"
kata CEO Russell Reynolds McShane dikutip dari Kumparan, Jumat (31/1)